VIRAL...!! Seorang Ketua Umum Hari Nelayan 64 Palabuhanratu Diduga Memperkosa Finalis Putri Nelayan

aliansinews.id - Sukabumi, Desas desus dugaan pelecehan terhadap finalis Putri Nelayan Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi, semakin menyeruak ke permukaan. Dugaan tersebut diperkuat dengan adanya pernyataan dan laporan resmi polisi oleh Ayah korban.
Korban X (17) sang finalis putri nelayan Palabuhanratu pada Tahun 2024 yang digelar beberapa waktu lalu diduga mendapatkan perlakuan pelecehan oleh oknum Penyelenggara pada perjalanan pemilihan putri nelayan di perayaan Hari Nelayan Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi.
Perbuatan bejat tersebut dilakukan oleh (SRP) yang merupakan Ketua Umum Hari Nelayan 2024 dan juga seorang Ketua PK KNPI Palabuhanratu. Dugaan adanya tindakan pelecehan seksual yang dilakukan oknum tersebut diperkuat dengan pernyataan orang tua sang finalis putri nelayan, saat ditemui wartawan di tempat tinggalnya di Kecamatan Cibeber, pada Sabtu 13 Juli 2024 kemarin.
Atas dugaan tindakan tidak terhormat yang dilakukan oleh oknum penyelenggara pemilihan putri nelayan Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi, ayah korban Suhendra melaporkannya ke pihak Polres Sukabumi.
“Iya, sudah. Saya sudah membuat laporan polisi (LP) resmi ke Polres Sukabumi, pada tanggal 5 Juli 2024 pekan lalu,” kata Suhendra, kepada wartawan, seperti dilansir dari terasmedia.co Minggu (14/7).
Advertisement
Laporan polisi atas perlakuan oknum penyelenggara pemilihan putri nelayan (SRP) kepada putri kandung Suhendar dengan Nomor STBL/337/V11/2024/SPKT/Polres Sukabumi/Polda Jawa Barat.
Suhendra juga menambahkan dan mengapresiasi pihak Polres Sukabumi yang sigap dalam menangani laporan pengaduannya tersebut. Menurut Suhendra, informasi dari Penyidik terduga pelaku bahkan sudah di panggil ke Mapolres Sukabumi.
"Saya berharap pihak kepolisian Polres Sukabumi dapat bekerja secara profesional tidak tebang pilih dalam menangani setiap pengaduan masyarakat. Ya itu demi tegaknya supremasi hukum yang berkeadilan buat anak saya,” tandas Suhendra.
“Saya juga minta agar Polisi segera menahan pelaku, sehingga pelaku dapat hukuman yang setimpal atas perbutannya. Pelaku sudah menghancurkan masa depan Anak saya. Dan kejadian serupa tidak terulang lagi, bagi calon-calon putri nelayan selanjutnya,” imbuh Suhendra dengan nada geram.
Wow! Kecoa Dikerahkan Cari Korban Gempa Myanmar
Kapolri Cek Arus Balik Lebaran di Tol Cikatama.
Kapolri Pantau Arus Balik Lebaran di Tol Cipali via Udara.
Sijago merah mengamuk, Gudang Pengoplosan Gas di Bogor Terbakar, 1 Orang Pekerja Terluka
Pemotongan Kompensasi Angkot Puncak Bogor Diusut Tim Saber Pungli



