Tower di Desa Brojol Miri Sragen Tuai Sorotan Dengan Bergejolaknya Warga, Mekanisme di Duga Tidak Transparan Dan Munculkan Berbagai Asumsi

SRAGEN – Sejumlah warga Dukuh Purwosari, Kelurahan Brojol, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen, mendesak kejelasan tower salah satu milik perusahaan telekomunikasi dilokasi pemukiman warga masyarakat. Lantaran kondisi dinilai juga membahayakan serta tidak transparan. Selain itu tanpa adanya sosialisasi, kemudian kejelasan ijin tidak disampaikan ke warga sebelumnya sehingga memunculkan berbagai asumsi-asumsi ditengah masyarakat.
Salah satu tokoh warga inisial S (51) mengungkapkan berdirinya tower dianggap bermasalah. Fakta yang terjadi hingga berdirinya bangunan tanpa adanya sosialisasi kewarga masyarakat, kemudian dalam hal kompensasi door to door tebang pilih yang dilakukan oleh Kepala Desanya sendiri berinisial A.
“Betul pengakuan beberapa warga didatangi Pak Lurah sendiri, selain memberi uang juga minta tanda tangan. Desakannya ya soal bangunan tower itu," ujarnya pekan lalu.
S membeberkan, beberapa warga sekitar bangunan berdirinya tower mengaku dimintai berkas KK dan KTP oleh pihak Kepala Desa secara langsung. Namun hal itu jadi gejolak dikarenakan seluruh warga sekitar area tower tidak diperlakukan secara adil merata.
"Ibarat yang terkena radius 100 meter dari lokasi tower ada 25 KK, lha itu cuma 10 KK saja yang dikasih. Kalau mau dengar desas desus soal itu gampang mas, iseng-iseng saja pagi hari main kepasar Brojol. Nanti juga banyak yang ngaku,"katanya.
Advertisement
Hal yang sama juga disampaikan salah seorang Perangkat Pemerintahan Desa Brojol inisial R, kasak kusuk soal tower itu sebenarnya sudah terdengar dari beberapa bulan yang lalu. Tetapi tidak ada kabar kejelasan baik status maupun kebijakan selanjutnya.
"Soal tower saya kira semua warga paham, tentunya mengetahui dari warga, pemerintahan desa hingga camat. Karena mereka representasi dan menyerap aspirasi dari warga. Namun sayang saya dan beberapa rekan tidak tahu, sosialisasi di kantor desa maupun warga juga belum pernah melihat,” ungkapnya.
Soal kondisi konstruksi bangunan tower seperti apa dan bagaimana, diakui beberapa tokoh masyarakat saat dikonfirmasi Aliansi Indonesia dan LAPAAN RI belum ada yang menjawab secara detail karena mereka yang tidak tahu menahu maupun dilibatkan. Dari berita ini tayang, bahkan dari beberapa waktu lalu saat tim lapangan mencoba menemui dan menghubungi pihak Kepala Desa belum tersambung.
Perangkat desa yang lain inisial J juga menyampaikan hal yang senada, permasalahan yang mengkhawatirkan warga soal tower dari salah satu perusahaan telekomunikasi itu kejelasannya belum ada. Warga pada akhirnya bergejolak karena adanya pendirian bangunan tower tersebut tidak sesuai SOP.
Sinergitas TNI-POLRI Wilayah Hukum Polsek Parungpanjang Giat Cooling Sistem Silahturahmi Sambang..
Diduga Oknum Wartawan Sunat Dana Kerjasama Publikasi Rekan Satu Profesi Protes Dan Akan Lapor..
3 Wisatawan di Pantai Parangtritis Terseret Arus
Kunjungan ke IKN Tembus 12.950 Wisatawan dalam Sehari
Masjid Istiqlal, Tempat Ray Sahetapy Mualaf dan Disalatkan



