Terstruktur, Sistematis dan Masif, Lagu (tidak) Merdu yang Nongol Setiap Pemilu

Oleh: Muhammad Safei (Formasi Indonesia Satu)
Istilah terstruktur, sistematis dan masif (TSM) selalu muncul di setiap pemilu selama tahapan proses pemilu dan semakin sering nongol setelah diketahui hasil pemilu, seolah lagu pengiring yang sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari ritual pemilu.
"Lagu" itu dinyanyikan secara terstruktur, sistematis dan masif oleh pihak yang merasa akan kalah hingga benar-benar kalah, di mulai dari elite-nya diteruskan buzzer-buzzernya (terstruktur dan sistematis) lalu diikuti serentak oleh simpatisan atau pendukungnya di akar rumput (masif).
Kalau di kalangan elite-nya saya yakin mereka faham apa itu TSM yang mengacu ke tuduhan kecurangan pemilu, namun seperti umumnya politikus seolah haram untuk jujur mengakui apa adanya, tabu berkata atau berpendapat secara obyektif jika itu merugikan kepentingannya.
Kalau buzzer jelas tidak penting soal benar salah, tetap "maju tak gentar membela yang bayar". Mereka bekerja dan mendapat bayaran, urusan selesai sampai di situ.
Advertisement
Lagu bagaimana dengan simpatisan di akar rumput? Nah ini dia. Saya yakin sebagian besar (kalau tidak boleh disebut semua) akar rumput yang secara sukarela dan -maaf- bodoh ikut koor menyanyikan lagu TSM itu tidak faham apa itu TSM. Yah, karena keahlian utama mereka adalah copy-paste atau meneruskan (forward) produk gerombolan buzzer.
Keahlian utama yang hanya sebatas itu ditambah bumbu "membela kebenaran" apalagi "membela agama", semangat lah mereka tanpa sadar bahwa mereka hanya jadi alat dari para elite.
Lalu apa sih sebenarnya TSM itu?
Nah, saya menulis ini dalam rangka memberikan edukasi terutama kalangan simpatisan di akar rumput agar tidak terus-menerus dibodohi elite. Memangnya hanya pembuat fim "dirty vote" itu yang (merasa) bisa memberikan edukasi? (sombong amat lu pade!!! Kami, masyarakat umum juga bisa, tidak sebodoh yang dikira oleh orang-orang yang ngakunya pakar itu).
Seorang Wartawan Online Ditemukan Tewas di Hotel dengan Lebam di Tubuhnya
Tinjau Rest Area KM 456, Kapolri Instruksikan Jajaran Maksimal Beri Pelayanan dan Atur Lalin..
Kenapa Orang Cerdas Temannya Sedikit?
Cara Keji Oknum TNI AL Bunuh Jurnalis Juwita: Piting dan Cekik hingga Tewas
TNI AL Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Jurnalis Juwita



