Senpi Menyalak, Anggi Meregang Nyawa

MESUJI. Peredaran senjata api ilegal kembali merenggut korbang nyawa. Anggi, driver mobil ayam potong yang hendak mengantar pesanan pelanggan di bilangan Margojadi Kecamatan Mesuji Timur, tewas tadi malalam (26/12/20). Sebutir peluru menyasar tubuhnya dan itu sudah cukup.
Rehan, helper (Kenek) Anggi yang menemani perjalannya pada malam pukul 23.00 WIB saat kejadian, menceritakan kronologis penembakan yang berawal dari kemunculan seorang pengendara sepeda motor saat keduanya sedang menemui salah satu pelanggan di Muaratenang. Tak ingin memancing persoalan, si pelanggan kemudian memberikan uang RP. 50.000 dan lelaki itu sama sekali tak berreaksi secara berlebihan. Pelanggan itu juga sempat mengucapkan kata-kata: "Jangan ganggu," dan Rehan menduga, keduanya, memang sudah saling mengenal.
Merasa kondisi baik-baik saja, Rehan dan Anggi kembali melanjutkan perjalanan menuju Margojadi. Tanpa menaruh curiga atau perasaan lain kecuali setelah mereka mulai menyadari kalau perjalanan kali ini ternyata dibuntuti.
“Cahaya lampu motor itu tampak dari kejauhan. Terus mengikuti dari belakang dalam jarak beberapa puluh meter,” terang Rehan.
Dugaan Rehan tidak meleset. Setiba di areal pemakaman Desa Margojadi, mobil keduanya diberhentikan oleh penunggang motor tadi dan dia meminta Anggi untuk segera turun. Sempat terjadi dialog tegang tapi itu tak berlangsung lama sebab detik selanjutnya, pelaku sudah mengeluarkan senjata api dan sebuah ledakan segera menyalak. Pelaku menembak paha bagian atas Anggi sebelum kemudian menggasak uang setoran sebesar Rp. 60 juta dari dalam mobil lalu kabur dalam gelap. Di bawah ancaman senjata api, meski melihat kejadian itu, Rehan tak dapat berbuat banyak.
Advertisement
Sepeninggal pelaku, Rehan segera melarikan Anggi ke Puskesmas terdekat yang lantas dirujuk ke sebuah Rumah Sakit di kawasan Simpangpematang sebab pihak Puskesman mengaku tak sanggup lagi menangani. Dalam perjalanan itulah, Anggi yang sempat mengalami pendarahan serius, akhirnya menghembuskan napas yang terakhir.
Kasat Reskrim Polres Mesuji, Iptu Riky Nopriansyah, yang mendengar peristiwa itu segera menuju Tempat Kejadian Perkara(TKP) dan mengamankan truk bernomor polisi BE 8697 LV yang sempat dikendarai Anggi. Bersamanya, anggota Kepolisian Polsek Mesuji Timur turut menyisir lokasi.
“Kita olah TKP,” kata Iptu Riky Nopriansyah. “Dan terus melakukan pendalaman.”
Belum ada titik terang terkait motif dan siapa pelaku penembakan sampai berita ini diturunkan. Yang jelas, satu nyawa kembali melayang dan peredaran senjata api ilegal, tampaknya, belum benar-benar dapat dikendalikan. (Fajar LAI)
Seorang Wartawan Online Ditemukan Tewas di Hotel dengan Lebam di Tubuhnya
Tinjau Rest Area KM 456, Kapolri Instruksikan Jajaran Maksimal Beri Pelayanan dan Atur Lalin..
Kenapa Orang Cerdas Temannya Sedikit?
Cara Keji Oknum TNI AL Bunuh Jurnalis Juwita: Piting dan Cekik hingga Tewas
TNI AL Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Jurnalis Juwita



