Proyek Pengerjaan Pasar Hewan Sumberlawang Sragen di Soal, Rehab Yang Menelan Anggaran Rp6,5 Miliar Itu di Duga Adanya Penyimpangan

SRAGEN – Adalah pasar hewan, dulu terkesan jadul agak kumuh. Kini akhirnya dibangun keren, namun proyek rehab pasar hewan di Desa Ngandul, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen ini menuai sorotan berbagai pihak.
Rehab proyek dengan menelan anggaran Rp 6,5 miliar ini dinilai asal-asalan dan diduga ada beberapa penyimpangan dalam pengerjaannya.
Aliansi Indonesia Vs LAPAAN RI eks Soloraya yang digawangi Awi, Kusumo, Bambang CS yang terjun kelapangan juga menemukan fakta yang mengejutkan. Pengerjaan diduga tak sesuai spesifikasi termasuk adanya pengadaan besi. Bahkan penyimpangan yang lain juga proyek tersebut tidak sesuai RAB (Rencana Anggaran Belanja).
"Setelah kami cek dengan teliti pelaksanaan dengan matrial ada keganjalan, padahal ini bukan anggaran yang sedikit. Kami mengharap pihak DPRD dan Pemkab Sragen turun kelokasi meneliti kembali dengan membawa staf ahli mensurvey pengerjaan pasar hewan di Sumberlawang saat ini," ungkap BRM Kusumo Putro SH MH.
Dia juga mengatakan, terkait dengan digelontor anggaran yang begitu besar harusnya speak bangunan maupun kwalitas semestinya memenuhi standarisasi secara baik. Apalagi lantaran anggaran untuk pembangunan pasar tersebut mencapai Rp 6,5 miliar.
Advertisement
"Dinas terkait harus segera turun tangan agar pekerjaan yang amburadul ini tidak makin merembet. Ini lokasi fasilitas umum warga lintas perdagangan ternak khususnya kambing sapi. Sekiranya tak ada respon kami dukung rekan-rekan melaporkan ke APH," tegasnya.
Pantauan dilokasi, sorotan soal berbagai matrial maupun kejanggalan terkait pengerjaan proyek sementara pada soal ketebalan besi pipa yang terpasang dilokasi parkir, lalu ikatan pada pemasangan wiremesh, pengerjaan dasar pada ketebalan lantai yang mulai retak, pengerjaan gapura pintu masuk dan masih beberapa lainnya lagi.
"Mohon ini ditulis dan dicatat, saya wes mumet. Disumberlawang ini kalau hubungi pejabat publik yang mudah bisa dihitung. Sekiranya marai budreg di rilis, data kumpulkan, lalu laporkan. Nanti juga hubungi sendiri,"ucapnya.
Penyediaan barang matrial khususnya besi yang tak sesuai RAB, lanjut Kusumo, tentunya membuat kualitas dan kekuatan bangunan kurang kokoh. Apalagi pada baris-baris tiang pancang untuk ikatan sapi dinilai kurang kokoh.
Sinergitas TNI-POLRI Wilayah Hukum Polsek Parungpanjang Giat Cooling Sistem Silahturahmi Sambang..
Diduga Oknum Wartawan Sunat Dana Kerjasama Publikasi Rekan Satu Profesi Protes Dan Akan Lapor..
3 Wisatawan di Pantai Parangtritis Terseret Arus
Kunjungan ke IKN Tembus 12.950 Wisatawan dalam Sehari
Masjid Istiqlal, Tempat Ray Sahetapy Mualaf dan Disalatkan



