Program RTLH di Desa Celep Kedawung Geger Genjik, Oknum Bayan di Sebut Alihkan Dana Buat Rehab Rumah Mertua

SRAGEN - Geger genjik soal dana renovasi rumah atau program RTLH pada warga di Desa Celep Kecamatan Kedawung Kabupaten Sragen jadi mencuat dipublik. Heboh tersiar kabar dana tersebut tidak tepat sasaran warga, akan tetapi malahi dialihkan oleh oknum perangkat pada keluarganya sendiri.
Informasi yang dihimpun, soal bantuan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) di Desa Celep, Kecamatan Kedawung berujung runyam usai dipertanyakan warga. Hal itu lantaran dana diberikan pada salah seorang warga yang kebetulan mertua sendiri dari salah satu perangkat desa pemerintahan setempat.
Salah seorang warga penerima RTLH, yang seharusnya dana dialokasikan untuk warga pekerja serabutan, yaitu rumah milik Sriyanto warga Celep Kidul RT 22. Dari sini warga mempersoalkan dana bantuan RTLH dari UPK Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat sebesar Rp 8 juta tersebut.
Namun dana tersebut diketahui warga dialihkan oleh salah satu perangkat yakni Suwondo yang menjabat selaku Bayan justru untuk memperbaiki rumah Narti yang tak lain mertuanya.
Namun keterangan dari Bayan Suwondo sendiri justru menepis anggapan pihaknya dengan sengaja mengalihkan bantuan tersebut ke rumah milik mertuanya. Dia menyampaikan bantuan itu diperuntukkan warga yang memang layak menerima.
Advertisement
Menurut versi Bayan Celep Suwondo karena alasan Suwondo jika Sriyanto mendapat bantuan rehab rumah Rp 8 juta, maka harus menyediakan dana pendamping untuk membayar tenaga tukang batu.
Karena Sriyanto yang hidup sebatang kara dan bekerja serabutan tidak memiliki dana, kemudian muncul proposal Pemdes Celep yang mengajukan proposal tunggal atas nama Narti. Sunarti adalah mertua Bayan Suwondo.
”Ibu Narti sudah mengajukan sejak dua tahun lalu. Saat masih belum menjadi mertua saya,” terangnya.
Dia menyampaikan, perbaikan tersebut diperuntukkan untuk atap rumah yang kondisinya mengenaskan. Bukan soal statusnya sebagai mertua, namun sudah mengajukan sebelum dia menikahi anak dari Narti. Sebenarnya Sriyanto pernah mendapat RTLH. Namun oleh Sriyanto bantuan tersebut tidak dilaksanakan.
Mengetahui Namanya Dicatut, Desri Nago: Saya Advokat, Bukan Beking BBM Ilegal
Wartawan Online yang Tewas dalam Hotel Diduga Korban Pembunuhan
Kapolri Imbau Pemudik Tak Paksakan Diri Jika Merasa Lelah.
Kapolri Prediksi Puncak Arus Balik Lebih Tinggi Dibanding Arus Mudik.
Kapolri Cek Langsung Pelayanan Arus Balik di Stasiun Tawang, Dorong Pemudik Gunakan Kereta..



