Presiden kembali dipilih MPR, apakah benar?

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo atau akrab disapa Bamsoet menepis disinformasi yang menyebut ia telah menyatakan bahwa sejumlah pimpinan fraksi telah sepakat untuk mengembalikan sistem pemilihan presiden kembali dipilih MPR.
Ia pun menanggapi santai laporan yang dilayangkan mahasiswa bernama M Azhari yang melaporkannya ke Majelis Kehormatan Dewan (MKD) terkait pernyataannya tersebut.
"Senyumin aja. Barangkali adik-adik kita ini kurang membaca, tidak membaca berita secara utuh, hanya ditangkapnya sepotong-potong," ucap Bamsoet di kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Jakarta, Sabtu (8/6/2024).
Ia mengklarifikasi bahwa pernyataan yang ia sampaikan saat menerima kunjungan Ketua MPR ke-13, Amien Rais di gedung MPR/DPR, kompleks Senayan, Rabu (5/6/2024), tak ada kalimat yang menyebutkan bahwa seluruh pimpinan fraksi telah setuju agar presiden kembali dipilih MPR.
"Kan itu kalimat yang jelas. Di TV saudara kan diputar jelas, tidak ada kalimat-kalimat yang mengarah kepada saya mengatakan pimpinan fraksi sudah setuju," tegasnya.
Advertisement
Ia pun menganggap bahwa laporan yang dilayangkan mahasiswa ke MKD itu mengada-ngada lantaran tidak mencerna informasi secara utuh.
"Intinya laporan itu mengada-ngada untuk tidak mengatakan hoax, hoax ya. Jadi, saya kira kita senyumin saja. Ya, namanya juga adik-adik mahasiswa, kita dahulu juga pernah seperti itu," ujarnya.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu menjelaskan bahwa untuk melakukan amendemen UUD 1945 mesti disepakati oleh 2/3 anggota MPR/ DPR dan DPD. Ia menyebut jika fraksi tidak hadir maka amendemen tak bisa dilanjutkan.
"Sebelum ambil keputusan, maka sidang harus quorum dipenuhi oleh 2/3. Kalau hitungan sekarang, dua partai saja tidak hadir maka tidak bisa dilanjutkan. Kalau hitungan sekarang ya," jelasnya.
Wisatawan Asal Solo Tewas Tertimpa Pohon Pinus di New Sekipan Tawangmangu
Langka, Pencuri Motor Nurut Saja Saat Ditangkap
Longsor Hantui Warga Lebak, Jalan Utama Hampir Putus
Longsor di Mojokerto Timpa Mobil, 10 Korban Tewas Berhasil Dievakuasi
Cepat Tanggap Warga Dan Pihak Kepilisian Akhrirnya Telah Ditemukan Korban Yang Diduga Lakukan..



