Polisi diminta usut dugaan Kepemilikan senpi serta adanya penyalahgunaan narkoba korban Ha, pada kasus pembacokan oknum kades

Banyuasin-AliansiNews.id.
Aksi nekad yang dilakukan Ibrahim, Kepala Desa Air Solok Batu, Kecamatan Air Salek, Kabupaten Banyuasin mendapat pembelaan dari Amal Hakik, adik kandung Ibrahim.
Menurutnya, Ibrahim nekad melakukan hal tersebut karena didasari ingin melindungi keluarganya. "Jadi ada alasan, sampai membacok Hamzah," katanya didampingi Andik, istri Ibrahim, Selasa (16/7).
Dijelaskannya, saat kejadian, Hamzah bersama rekannya Sugeng mendatangi kediaman kakak kandungnya tersebut. Mau minta tanda tangan surat pelimpahan penguasaan parit dari mantan mertua Hamzah,
Namun, Ibrahim sebagai kades dengan tegas menolak menandatangani pelimpahan parit itu. Sebab, jika ditandatangani, maka akan dikuasai Hamza
Advertisement
Jika ditandatangani, Hamzah bisa memintai uang kepada warga yang menempati parit itu," ujarnya. Tentunya jika sampai terealisasi, akan merugikan warga Desa Solok Batu, Kecamatan Air Salek Banyuasin.
"Jadi kakak saya ingin membela warganya," jelas Amal. Namun, penolakan itu membuat Hamzah emosi dan menantang Ibrahim berkelahi. "Saat itu Hamzah dan Sugeng membawa senpi yang disimpan dalam tas," terangnya.
Menyoroti hal tersebut DPD BPAN-LAI Sumsel, melalui Ketua Tim investigasi sumsel, David Kaunang. mengatakan, berdasarkan keterangan Amal, Polres Banyuasin wajib mendalami dugaan penyalahgunaan narkoba serta kepemilikan senjata api milik Hamzah secara utuh.
Diduga Oknum Wartawan Sunat Dana Kerjasama Publikasi Rekan Satu Profesi Protes Dan Akan Lapor..
3 Wisatawan di Pantai Parangtritis Terseret Arus
Kunjungan ke IKN Tembus 12.950 Wisatawan dalam Sehari
Masjid Istiqlal, Tempat Ray Sahetapy Mualaf dan Disalatkan
Pemalak Pedagang Pasar Baru Bekasi Ditangkap, Keduanya Positif Sabu



