Pernusa Ungkap "Battle Ground" yang Menentukan Pilpres Sekali Putaran

Jateng-DIY adalah wilayah di mana pasangam Ganjar-Mahfud masih menjadi yang terkuat, namun juga terus merosot dan jaraknya semakin menipis dengan Prabowo-Gibran.
"Jika pada bulan November elektabilitas Ganjar-Mahfud masih di atas 60 persen, belakangan di angka 50-an bahkan kurang. Sebaliknya Prabowo-Gibran sudah di atas 35 persen," paparnya.
Sedangkan DKI-Banten yang semula pasangan Anies-Muhaimin yang terkuat, belakangan relatif berimbang dengan Prabowo-Gibran.
"Artinya jika dua wilayah itu digarap dengan fokus dan serius, maka Prabowo-Gibran akan memperoleh limpahan suara dari pasangan lain yang kuat di wilayah tersebut. Dan trennya sudah seperti itu, tinggal dimaintain dan ditingkatkan," tegasnya.
Sedangkan secara segmentasi pemilih, battle ground yang menentukan adalah pemilih geneeasi muda (milenial dan gen-Z) serta massa mengambang, yaitu yang belum menentukan pilihannya.
Advertisement
"Selama ini dengan kampanye riang gembira di antaranya dengan gimmick gemoy, serta adanya Gibran sebagai satu-satunya calon generasi muda, cukup berhasil menarik suara dari pemilih muda. Sama juga, tinggal dimaintain dan ditingkatkan. Kalau dalam bahasa gaul sekarang 'gas pol''," kata dia.
Sedangkan massa mengambang, terutama yang kritis, kata Andi, akan dipengaruhi faktor sosialisasi program dan debat capres-cawapres.
"Sisanya ya yang dipengaruhi faktot lingkungan, di mana kecenderungan pemilih yang dominan atau menonjol di lingkungannya yang akan diikuti," tutupnya.(*)
Ketua DPRD Kab. Sukabumi Budi Azhar Hadiri Halal Bihalal di Pendopo Sukabumi, Ajak Warga Perkuat..
Kapolri Pimpin Pelepasan One Way Nasional Tol Kalikangkung-Cikampek.
Viral, Kawasan IKN Diserang Tikus
Giat Patroli KRYD Polres Bogor Cegah Kejahatan Dan Ciptakan Kondisi Aman.
Bhabinkamtibmas Wilayah Hukum Poslek Parungpanjang Patroli Sambang Bersama Satpol PP Kecamatan..



