PENEMU: "Dirty Vote", Kampanye Terselubung Pendukung Paslon Berkedok Aktifis

Dugaan "Dirty Vote" film yang diklaim mengungkap kecurangan pemilu merupakan kampanye negatif terselubung di masa tenang yang bertujuan untuk mendeligimasi pemilu khususnya pilpres, semakin menguat.
"Rekam jejak dari si sutradara dan tiga orang yang disebut sebagai pakar hukum tata negara yang menguatkan dugaan itu," demikian dikatakan Sinda, Ketua Umum Relawan PENEMU (Prabowo-Gibran Indonesia Maju), Senin (12/2/2024).
Sinda menegaskan rekam jejak sutradara film tersebut Dhandy Dwi Laksono yang di antaranya pernah membuat film "Jakarta Unfair" menjelang Pilkada DKI 2017.
"Jejak digital juga menunjukkan Dhandy ini salah seorang yang mendukung terwujudnya koalisi antara 01 dan 03 terutama jika pilpres berlangsung dua putaran," lanjutnya.
Advertisement
Sinda juga menyinggung Dhandy yang pernah tersangkut kasus ujaran kebencian pada tahun 2019.
"Jadi makin kuat dugaan, kalau belum boleh disebut clear, bahwa itu kampanye terselubung berkedok aktifis atau pakar," tegasnya.
Kemudian rekam jejak Bivitri Susanti, Feri Amsari dan Zainal Arifin Mochtar yang ternyata anggota Tim Reformasi Hukum Mahfud MD saat Menjadi Menkopolhukam.
Sinda menyesalkan Bawaslu yang tidak segera bertindak.
Ketua DPRD Kab. Sukabumi Budi Azhar Hadiri Halal Bihalal di Pendopo Sukabumi, Ajak Warga Perkuat..
Kapolri Pimpin Pelepasan One Way Nasional Tol Kalikangkung-Cikampek.
Viral, Kawasan IKN Diserang Tikus
Giat Patroli KRYD Polres Bogor Cegah Kejahatan Dan Ciptakan Kondisi Aman.
Bhabinkamtibmas Wilayah Hukum Poslek Parungpanjang Patroli Sambang Bersama Satpol PP Kecamatan..



