Menunggu Gubenur Baru, 5 Wilayah di Banten Menuju Provinsi Tangerang Raya

Dari sisi iklim, wilayah Provinsi Banten sangat dipengaruhi oleh Gelombang La Nina atau El Nino serta Angin Monson (Monson Trade). Pada saat musim penghujan, (November - Maret) cuaca di Provinsi Banten umumnya didominasi oleh angin Barat (berhembus dari Sumatera, Samudra Hindia sebelah selatan India) yang juga bergabung dengan angin dari Asia yakni melewati Laut Cina Selatan. Sedangkan pada Bulan Agustus, umumnya cuaca didominasi oleh angin Timur yang menyebabkan kekeringan yang keras (terlebih lagi apabila sedang berlangsung El Nino) di Provinsi Banten terutama di wilayah bagian pantai utara. Adapun temperatur di daerah pantai dan perbukitan memiliki kisaran antara 22º C-32º C, sedangkan suhu di daerah pegunungan dengan ketinggian antara 400-1.350 mdpl mencapai antara 18º C-29º C.
Pada musim penghujan (Bulan September-Mei), Provinsi Banten tercatat memiliki curah hujan tertinggi sebesar 2.712-3.670 mm yang mencakup 50% luas wilayah Kabupaten Pandeglang sebelah barat. Sedangkan pada bulan yang sama tercatat bahwa curah 335-
453 mm mencakup 50% luas wilayah Kabupaten Serang sebelah Utara, seluruh luas wilayah Kota Cilegon, 50% luas wilayah Kabupaten Tangerang sebelah utara dan seluruh luas wilayah Kota Tangerang.
Sedangkan pada musim kemarau (Bulan April-Desember), curah hujan tertinggi tercatat sebesar 615-833 mm mencakup 50% luas wilayah Kabupaten Serang sebelah utara, seluruh luas wilayah Kota Cilegon, 50% luas wilayah Kabupaten Tangerang sebelah utara dan seluruh luas wilayah Kota Tangerang. Adapun curah hujan terendah pada musim kemarau tercatat sebesar 360-486 mm pada Bulan Juni-September dengan luas cakupan sebesar 50% luas wilayah Kabupaten Tangerang sebelah selatan dan 15% luas wilayah Kabupaten Serang sebelah Tenggara.
Untuk kondisi kemiringan lahan di Provinsi Banten dikelompokkan menjadi tiga kondisi yang ekstrim yaitu:
Advertisement
a.Dataran dengan tingkat kemiringan lahan antara 0-15% sebagian besar ditemukan di daerah Utara Provinsi Banten, dimana lahan ini menjadi sangat potensial untuk pengembangan seluruh jenis fungsi kegiatan. Dataran dengan tingkat kemiringan ini tidak memerlukan banyak perlakuan khusus pada saat proses prakonstruksi lahan yang akan dibangun. Lahan dengan kemiringan ini umumnya tersebar di sepanjang pesisir Utara Laut Jawa, yakni sebagian wilayah Serang, sebagian Kabupaten Tangerang bagian utara serta wilayah selatan yakni di sebagian pesisir Selatan dari Pandeglang hingga Kabupaten Lebak;
b.Perbukitan dengan tingkat kemiringan < 15% dengan tekstrur bergelombang rendah-sedang (landai-sedang) sebagian besar dapat ditemukan di bagian utara yang meliputi Kabupaten Serang, Kota Cilegon, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang, serta bagian utara Kabupaten Pandeglang;
c.Daerah perbukitan terjal (kemiringan < 25%) dapat ditemui di Kabupaten Lebak, sebagian kecil Kabupaten Pandeglang bagian selatan dan Kabupaten Serang;
d.Perbedaan kondisi alamiah tersebut turut memiliki pengaruh terhadap adanya ketimpangan pembangunan yang semakin signifikan, dimana wilayah sebelah utara memiliki peluang berkembang relatif lebih besar dibandingkan dengan wilayah sebelah Selatan.
Pelayanan PAM Jalur, Antisipasi Kemacetan Libur Panjang Suasana Wisata Lebaran Idul Fitri 1446..
Patroli Cooling Sistem Polsek Cibungbulang Berikan Himbauan Kamtibmas Kepada Pengurus Dan Wisatawan..
Karyawan PT Yihong yang di-PHK Mengaku Tidak Tahu Masalah Saat Demo
Ketua DPRD Kab. Sukabumi Budi Azhar Hadiri Halal Bihalal di Pendopo Sukabumi, Ajak Warga Perkuat..
Kapolri Pimpin Pelepasan One Way Nasional Tol Kalikangkung-Cikampek.



