Masalah Daging Anjing Diduga Dipolitisasi Menjelang Pilpres

Pihak-pihak yang merasa akan kalah dalam Pilpres bulan depan diduga sudah sampai taraf putus asa untuk mengerek elektabilitas mereka menjelang Pilpres yang tinggal sebulan lagi.
Saat waktu sudah terlalu mepet dan secara logika sangat sulit untuk menaikkan elektabilitas, satu-satunya cara adalah berusaha menjatuhkan elektabilitas paslon dengan elektabilitas tertinggi, yaitu pasangan Prabowo-Gibran.
Sinyal itu antara lain nampak dalam debat capres ketiiga di mana capres nomor urut 1 dan 3, terutama nomor urut 1, cukup agresif menyerang Prabowo yang elektabilitasnya paling tinggi.
"Dalam batas tertentu hal seperti itu wajar, Prabowo-Gibran akan terus dicari dan diekspos kelemahan-kelemahannya. Selama itu lebih ke kampanye negatif masih diterima, lain halnya jika sudah mengarah ke kampanye hitam," kata Ketua Bidang Media dan Informasi Pernusa, Muhammad Safei, Senin (15/01/2023).
Salah satu yang menjadi alat untuk menyerang adalah masalah pengiriman 200-an ekor anjing dari Jabar yang digagalkan oleh Polrestabes Semarang beberapa waktu lalu.
Advertisement
"Sasaran tembaknya ya pasti Gibran sebagai Walikota Solo, dengan kata Kota Solo dibesar-besarkan, padahal para pelaku penesan adalah warga Kabupaten Sragen," ujarnya.
Kata Solo, menurut Safei, sebenarnya lebih sering merujuk ke Solo Raya yang terdiri 7 kota dan kabupaten eks Karesidenan Surakarta, yaitu Kota Surakarta (Solo), Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Klaten, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Sragen, Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Wonogiri.
"Masalah konsumsi daging anjing yang sering disamarkan dengan istilah 'sate jamu' sudah ada di Solo Raya sejak lama, pengiriman dari Jabar pun sudah lama diketahui, namun kenapa baru menjelang Pilpres ini dilakukan penangkapan?" lanjutnya.
Polisi, kata Safei, kemungkinan besar mendapatl laporan dan informasi, dan memang akan jadi beban bagi polisi jika laporan atau informasi itu tidak ditindak lanjuti.
Diduga Oknum Wartawan Sunat Dana Kerjasama Publikasi Rekan Satu Profesi Protes Dan Akan Lapor..
3 Wisatawan di Pantai Parangtritis Terseret Arus
Kunjungan ke IKN Tembus 12.950 Wisatawan dalam Sehari
Masjid Istiqlal, Tempat Ray Sahetapy Mualaf dan Disalatkan
Pemalak Pedagang Pasar Baru Bekasi Ditangkap, Keduanya Positif Sabu



