Kejamnya Persaingan (Bisnis Ponsel)

Oleh: Muhammad Safei (Staf Ahli Lembaga Aliansi Indonesia/Pemred Aliansi News)
Di awal tahun 2000-an siapa yang berani meramal Siemens akan bangkrut? Tidak ada. Tapi toh kemudian Siemens kolaps alias bangkrut. Penyebabnya? Sudah banyak diulas, bahwa keengganan untuk bersikap responsif terhadap perubahan dan perkembangan pasar serta kengototan berpegang pada keunggulannya yang sudah bertahun-tahun membesarkannya akhirnya menyebabkan miskinnya inovasi. Dan akhirnya kita semua tahu Siemens kolaps tergilas jaman.
Berikutnya Nokia yang gantian mendominasi pasar ponsel. Nokia yang terkenal 'user friendly' dan kaya fitur dengan mudah digandrungi para ABG.
Dominasi Nokia bertahan cukup lama, bahkan setelah dimulainya era smartphone (ponsel cerdas) dengan kehadiran Blackberry (BB) dan Iphone, Nokia masih mampu bertahan.
Dominasi Nokia mulai goyah dan akhirnya benar-benar tumbang setelah OS Android hadir meramaikan pasar smartphone. Samsung yang pandai melihat peluang ke depan dengan OS Android akhirnya gantian menjadi raksasa ponsel dunia.
Advertisement
Semakin meluasnya Android tidak hanya menumbangkan Nokia, tapi juga memakan korban lainnya: BB. BB yang sempat menjadi primadona ponsel cerdas serta menjadi ikon yang sangat bergengsi, khususnya di Indonesia, pada akhirnya harus menghadapi kenyataan, menjadi 'almarhum'.
Kejamnya persaingan bisnis ponsel tidak berhenti sampai di situ. Samsung, yang dalam beberapa tahun terakhir begitu merajalela pun, pada akhirnya kewalahan menghadapi serbuan smartphone asal China, bahkan diramalkan kebangkrutan Samsung hanya tinggal menunggu waktu.
Lantas, pelajaran apa yang bisa kita ambil dari fenomena persaingan bisnis ponsel tersebut? Yang pertama tentunya bahwa di dunia ini tidak ada yang abadi. Jalan untuk menjadi besar itu sulit, sangat sulit, tapi ternyata jauh lebih sulit lagi untuk mempertahankannya.
Dunia terus bergerak maju. Perubahan dan perkembangan adalah detak jantung dan denyut nadi kehidupan itu sendiri. Keengganan menangkap perubahan, kengototan berpegang pada paradigma lama serta kefanatikan pada gagasan-gagasan yang sudah 'obsoluted' pada akhirnya akan membuat siapapun akan tergilas oleh jaman.
Masjid Istiqlal, Tempat Ray Sahetapy Mualaf dan Disalatkan
Pemalak Pedagang Pasar Baru Bekasi Ditangkap, Keduanya Positif Sabu
Wisatawan Asal Solo Tewas Tertimpa Pohon Pinus di New Sekipan Tawangmangu
Langka, Pencuri Motor Nurut Saja Saat Ditangkap
Longsor Hantui Warga Lebak, Jalan Utama Hampir Putus



