Kasus Dugaan Pungli Prona Desa Kecik Tanon Makin Mencuat, Disebut Ada SPJ Ganda dan Fee Untuk Pejabat !

SRAGEN – Program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) di Desa Kecik, Kecamatan Tanon bermasalah. Muncul dugaan adanya pungli dalam program penyertifikatan tanah senilai Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta per bidang.
Sg, salah satu perwakilan warga menjelaskan, dalam PTSl 2020, Desa Kecik mendapatkan kuota sebanyak 170 bidang. Pihak kecamatan telah melakukan sossialisasi berlanjut dibentuk PTSL desa.
Dalam kesepakatan awal, biaya PTSL senilai Rp 600 ribu per bidang. Namun setelah keluar surat edaran bupati, biaya turun menjadi Rp 500 ribu per bidang.
Awal pandemi, PTSL ikut terimbas refocusing anggaran. Dari 170 bidang, tersisa 68 bidang yang dilanjutkan PTSL 2021, sedangkan penyertifikatan bidang lainnya sudah selesai dan diserahkan kepada pemohon.
Pertengahan 2020, Sg mendapat informasi dari Kades Kecik Sukidi bahwa kuota PTSL sudah habis. ”Waktu itu adik saya bertemu pak kades. Kemudian nyambung ke saya dan. Dari situ saya minta memo atau surat keterangan dari pak kades bahwa kuota PTSL di Desa Kecik sudah habis. Maksud saya dengan surat itu, saya datang ke BPN untuk mengklarifikasi keterangan dari kades,” bebernya kemarin.
Advertisement
Namun Kades enggan memberikan surat keterangan bahwa kuota PTSL Desa Kecik habis. Sg lalu mendatangi Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sragen dan mendapat informasi bahwa pada Juni 2021 program PTSL dilanjutkan.
”Saya datang (ke BPN Sragen) hari Jumat bulan Agustus. Ditemui pegawai yang mengurus PTSL 2020. Saya tanya dan dijawab bahwa PTSL berlanjut pada 2021. Kemudian hari Senin saya datang lagi dengan warga untuk memastikan. Di situ ditemui empat pegawai BPN dan dengan jelas menerangkan PTSL di Kecik masih berlanjut,” beber dia.
Sehari setelahnya, imbuh Sg, Kades bersikukuh bahwa kuota PTSL sudah habis. Namun setelah Sg menunjukkan bukti dari BPN Sragen berisi daftar nama-nama yang berpotensi mendapatkan sertifikat, kades Kecik berdalih baru tahu bahwa PTSL masih berlangsung.
Diterangkan Sg, kades Kecik rupanya mendatangi rumah warga dan menginformasikan PTSL bisa dilanjutkan namun lewat pengurusan secara reguler dengan biaya Rp 2,5 -3 juta per bidang.
Beredar Video Syur Mirip Lisa Mariana dengan Seorang Pria. Siapa Priia Itu?
Seorang Wartawan Online Ditemukan Tewas di Hotel dengan Lebam di Tubuhnya
Tinjau Rest Area KM 456, Kapolri Instruksikan Jajaran Maksimal Beri Pelayanan dan Atur Lalin..
Kenapa Orang Cerdas Temannya Sedikit?
Cara Keji Oknum TNI AL Bunuh Jurnalis Juwita: Piting dan Cekik hingga Tewas



