Jarang Terjamah ! Mafia BBM Jenis Pertalite Masih Gentayangan di Sragen Jawa Tengah, 2 SPBU Tuai Sorotan

SRAGEN – Maraknya dari pengangsuan sampai penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite bukan hanya terjadi akibat adanya mafia atau pengepul saja. Akan tetapi diduga ada indikasi keterlibatan pengusaha Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang juga patut dipertanyakan keabsahannya. Karena pada dasarnya tanpa adanya kompromi, mustahil SPBU melayani pembelian diangka diatas rata-rata, kalaupun ada yang mengaku memakai embel-embel rekomendasi dari kepemerintahan, jangan langsung mudah percaya sebelum menelusuri kevalidan faktanya.
Alhasil, terkadang tidak menutup kemungkinan terjadi kurangnya kuota pertalite pada SPBU karena di duga akibat rapinya permainan pihak dalam SPBU bersama si pengangsu yang mengambil ugal-ugalan.
Seperti yang terjadi di salah satu SPBU Gemolong wilayah Sragen barat ini yang tepatnya berada di pinggir jalan raya umum. Dari pantauan awak media hingga sekarang di lokasi SPBU tersebut, didapati adanya aktivitas pelaku pembelian BBM bersubsidi menggunakan jerigen (ngangsu). Hasil penelusuran, pengangsu berinisial A dan H, pembelian BBM pertalite itu menggunakan jerigen, diduga sudah kongkalikong dengan pengurus SPBU setempat.
Modus yang dilakukannya dengan memakai sepeda motor dikasih beronjong yang membawa jerigen tanggung 10-25 an liter. Kemudian bolak balik mengambil dan ditampung dirumahnya dalam jerigen agak besar. Ironisnya lagi dijadikan ajang transit para bos pengepul pertalite yang disetorkan pada pemilik-pemilik pertamini.
Hal tersebut juga diungkapkan salah satu senior media dan pegiat di Kabupaten Sragen, Awi bersama divisi hukumnya BRM Kusumo Putro SH MH didampingi Sekjen nya Wisnu, dikatakannya selama ini senantiasa memonitoring terkait salah satu program pemerintah tersebut. Pihaknya juga mengapresiasi langkah APH dalam mengungkap kasus BBM ilegal beberapa waktu lalu. Selain itu, pihak Pertamina dan BPH Migas beberapa waktu lalu yang terjun langsung kelapangan untuk menindak tegas beberapa SPBU yang nakal. Hingga kemudian terbukti adanya beberapa penyimpangan sampai pemberian sanksi pada SPBU yang terlibat kolaborasi dengan para pengangsu juga para mafia BBM subsidi baik jenis solar maupun pertalite.
Advertisement
"Jadi secara bisnis, kami yakin Pertamina mengalami kerugian akibat praktik BBM ilegal itu, pihak kami memang on time dikoordinasi dengan pihak APH serta BPH Migas secara internal guna memonitoring eks Soloraya khususnya Sragen. Dengan harapan agar penyelewengan seperti diatas bisa diminimalisir , masyarakat umum juga mendapatkan haknya sesuai dengan aturan dan perundang undangan yang berlaku," ungkapnya pekan lalu.
Awi juga mengungkapkan adanya dugaan kuat pemain BBM di wilayah Sragen sekitarnya ini mengedarkan jenis pertalite namun jenis barangnya KW, bahkan kecurigaan lain modus pemain mengoplos jenis pertalite dan kondesat serta pewarna dan dijual sebagai pertamax. Ditambahkannya, disudut wilayah Sragen ini dari warga masyarakat hingga APH juga dibuat terkecoh, dugaan kuat Awi dan tim nya menyorot terkadang adanya transaksi kencingan.
Untuk yang terkuak disalah satu SPBU Gemolong dan Sukodono itu sudah kami telusuri semua bersama data, alat bukti sampai cukong pengepul yang menjadi bos nya. Awi membeberkan sosok bos pengepul yang mengambili kuota pertalite yang ditimbun para pengangsu-pengangsu itu.
Diduga Oknum Wartawan Sunat Dana Kerjasama Publikasi Rekan Satu Profesi Protes Dan Akan Lapor..
3 Wisatawan di Pantai Parangtritis Terseret Arus
Kunjungan ke IKN Tembus 12.950 Wisatawan dalam Sehari
Masjid Istiqlal, Tempat Ray Sahetapy Mualaf dan Disalatkan
Pemalak Pedagang Pasar Baru Bekasi Ditangkap, Keduanya Positif Sabu



