Gedung Boga: Jl. Sama Aku Jadian Sama Dia (Bagian 1)

MESUJI. "Sudah mulai?" tanya saya pada Kepala Seksi (Kasi) Kesejahteraan Desa Gedung Boga, Hazzilil Mubarok, setiba di pintu masuk desa itu tepat pukul 09.20 WIB. Kendaraan saya pecah ban dan saya harus terhenti di salah satu bengkel pintu masuk untuk menggantinya.
Di ujung sana, Iril --panggilan akrab Hazzilin Mubarok-- menjawab dengan suara yang terdengar agak riuh. "Belum, Kak. Sedang Persiapan." Dia melakukannya tak lama setelah bengkel menyudahi pekerjaan dan saya mencoba sedikit membayangkan keberadaannya yang sedang sibuk menyiapkan agenda penilaian lomba antar dusun yang sedang digelar.
Aura kebangkitan -- begitu saya menyebutnya untuk menegaskan kalau desa ini seolah tak ingin berhenti bergeliat meski pandemi belum benar-benar pergi-- segera terasa saat saya tiba di depan balai desa tiga menit kemudian:
Pada salah satu gang di sisi pintu masuk bagian kanan balai itu sudah terpampang sebuah gapura bambu berbentuk seekor burung Garuda dengan rentang sayap yang mengepak kuat. Ada tulisan: Dusun Pelita berwarna putih dengan latar merah, tepat di bagian bawah kepala Garuda itu yang dipadu dengan barisan umbul-umbul dan bendera pada sisi kanan dan kiri jalan bagian dalam. Kondisi ini juga dilengkapi oleh gang di bagian depannya yang sudah memoles diri dengan sebuah spanduk bertuliskan ucapan selamat hari ulang tahun ke-39 desa ini, plus kibaran bendera dan umbul-umbul beragam warna.
Adalah Iwan Setiawan, S.E, MM, anggota DPRD Mesuji utusan Partai Gerindra yang menyapa lebih dulu saat saya mulai menghentikan motor di sisi kanan dinding balai. Dia adalah suami Kepala Desa (Kades) Gedung Boga, Yulida Sri Wahyuni, yang memang selalu akan mendampingi hampir di setiap desa ini menggelar perhelatan dan secara mendalam kami memang sudah saling mengenal cukup lama --dan atas pertimbangan itu dan lainnya, saya kemudian memanggilnya dengan sebutan 'Kak Iwan'.
Advertisement
"Langsung saja, Dinda. Kopi sudah disiapkan!" ucap dia dengan suara lantang. Saya segera mendekat.
Di sana, sudah duduk menemani Kepada Desa Gedung Boga, Yulida Sri Wahyuni; Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (PMPD), Anwar Pamudji; anggota DPRD asal partai Golkar, Joko Suprayitno; Kopolsek Wayserdang, Iptu Subur; Perwakilan Kecamatan Wayserdang; juga para Babinsa dan Babinkamtibmas. Mereka mengelilingi sebuah meja di Posko Covid bagian belakang yang juga sudah berfungsi menjadi tempat parkir dan seperti yang sudah disampaikan Iwan, di atas meja itu bergelas-gelas kopi sudah tersedia.
Berkisar sepuluh menit, acara segera dimulai dan Iwan langsung mendekati saya.
"Bawa saja kopinya ke dalam," kata dia dengan suara agak berbisik dan tentu saja, saya cukup mengerti kalau dia sebenarnya sedang memahami perasaan saya sebab kopi itu bahkan sama sekali belum tersentuh. Saya segera mengikuti saran baiknya itu sambil tersenyum kecil sebagai jawaban, sebelum akhirnya mulai mengikuti semua orang yang sudah menuju aula.
Kebakaran Kandang Ayam di Magetan, 15.000 Ternak Mati Terbakar
Sinergitas TNI-POLRI Wilayah Hukum Polsek Parungpanjang Fiat Cooling Sistem Monitoring Beri..
Sinergitas TNI-POLRI Wilayah Hukum Polsek Parung Giat Cooling Sistem Patroli Sambang Monitoring..
Tabrakan Beruntun di Cianjur Disebabkan Mobil Bak Terbuka Hilang Kendali
Cuaca Ekstrem dan Hujan Lebat Bayangi Puncak Arus Balik Hari Ini



