Fakta di Balik Larangan Berkunjung ke Baduy saat Kawalu

AliansiNewsID- Kabupaten Lebak, Upacara Kawalu bagian dari ritual adat yang disakralkan di Baduy, Kabupaten Lebak-Banten. Saat Kawalu, saba budaya Baduy khususnya Baduy Dalam (Cibeo, Cikeusik dan Cikertawana) ditutup untuk kunjungan wisatawan sejak 1 Februari sampai 3 Mei 2025.
Pemerintah Kabupaten Lebak telah mengeluarkan pengumuman resmi terkait penutupan ini melalui surat Nomor 521/018/Ds-Kan-2001/1/2025 yang dikeluarkan oleh Pemerintah Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Lebak-Banten.
Pengunjung yang nekat melanggar aturan tersebut akan dikenakan sanksi adat. Lantas kenapa saba budaya Baduy Dalam ditutup saat Kawalu?
Upacara Kawalu merupakan salah satu tradisi adat yang diselenggarakan sebelum upacara Seba Baduy. Tahapannya meliputi:
Upacara NgalanjakanUpacara Kawalu Upacara Ngalaksa Seba Baduy
Advertisement
Tradisi Kawalu dilaksanakan setelah kegiatan panen padi di huma (ladang) selesai dan padi dimasukan ke leuit. Tujuan dilaksanakannya Kawalu sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Sang Hyang Karesa atas keberhasilan panen padi yang telah didapatkan oleh seluruh masyarakat Kanekes.
Perwujudan rasa syukur inilah yang kemudian diaplikasikan dalam bentuk puasa di bulan Kawalu. Mursid, warga Baduy Luar mengatakan, saat Kawalu, ia melaksanakan puasa satu hari dari malam sampai sore.
"Puasanya cuman sehari dari malam sampai sore," ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan whatshapp, Rabu (12/2/2025).
Makna puasa di bulan Kawalu yaitu untuk menyucikan diri dari nafsu jahat.
Seorang Wartawan Online Ditemukan Tewas di Hotel dengan Lebam di Tubuhnya
Tinjau Rest Area KM 456, Kapolri Instruksikan Jajaran Maksimal Beri Pelayanan dan Atur Lalin..
Kenapa Orang Cerdas Temannya Sedikit?
Cara Keji Oknum TNI AL Bunuh Jurnalis Juwita: Piting dan Cekik hingga Tewas
TNI AL Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Jurnalis Juwita



