Dua WNI Disekap di Kamboja, KBRI Tak Bisa Berbuat Banyak

Diduga WNI kakak beradik warga Kota Depok Jawa Barat di sekap oleh pimpinan perusahaan di Phnom Penh yang merupakan Ibu kota negara Kamboja.
Negara Kamboja merupakan negara yang masuk menjadi anggota Association of Southeast Asian Nations atau Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).
Kakak beradik tersebut bernama Adam Noer Halomoan dan Fa'i Fatihah disekap sejak akhir Oktober 2023. Adam memakai visa kerja dan adiknya memakai visa visit kedua orang tersebut visanya sudah overstay.
Kronologi terjadinya kasus penyekapan ini pada bulan Juli 2022 Adam Noer Halomoan bekerja di Jakarta tepatnya di Pluit ( PIK ) selama sepuluh bulan, perusahaan tempat bekerja tutup dan selanjutnya berpindah ke negara Kamboja pada bulan September 2023 lalu adiknya yang bernama Fa'i Fatihah menyusul ke Kamboja dengan memakai visa visit.
Pada bulan September 2023 Fa'i Fatihah telpun ke Ibunya bahwa mereka sudah tidak bekerja dan disekap di satu kamar berdua.
Advertisement
"Menurut ibunya Perusahaan tersebut meminta sejumlah uang untuk pengembalian anak ke Indonesia, berhubung orang tua tidak memiliki sejumlah uang yang diminta, selanjutnya pada tanggal 30 Oktober 2023 melaporkan ke Kementerian Luar Negeri, selanjutnya melaporkan ke Hot line KBRI di Kamboja serta melampirkan data-data kedua anak tersebut pada tanggal 24 November 2023 pihak KBRI sudah dapat berkomunikasi dengan pihak perusahaan," ujar Hajirin sebagai orang tua korban.
Selanjutnya Hajirin Siregar menjelaskan pada tanggal 24 November 2023 pihak KBRI mengunjungi perusahaan tempat Adam dan fa'i bekerja, dan pihak KBRI lalu mengubungi Hajirin Siregar melalui video call tetapi pihak perusahaan tidak mau menghadirkan Adam Noer dan Fa'i Fatihah.
Dalam video call tersebut pihak KBRI menyatakan tidak bisa ikut campur hanya bisa memfasilitasi silakan dari keluarga dan pihak perusahaan yang bernegosiasi, namun beberapa kali bernegosiasi tidak mendapatkan titik temu.
Hajirin melanhutkan, "Pada hari Rabu tanggal 10 April 2024, anak saya menelpon bahwa pimpinan perusahaan meminta 15 juta untuk ongkos tiket balik ke Jakarta."
Seorang Wartawan Online Ditemukan Tewas di Hotel dengan Lebam di Tubuhnya
Tinjau Rest Area KM 456, Kapolri Instruksikan Jajaran Maksimal Beri Pelayanan dan Atur Lalin..
Kenapa Orang Cerdas Temannya Sedikit?
Cara Keji Oknum TNI AL Bunuh Jurnalis Juwita: Piting dan Cekik hingga Tewas
TNI AL Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Jurnalis Juwita



