Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel Bersama Yayasan Konservasi Alam Nusantara Gelar Konsultasi Publik Rencana Aksi Kelompok Kerja Mangrove.

Dilanjutkannya, bahwa provinsi Sumatera selatan saat ini memiliki 345.990 hektar, dan 171.000 Hektar diantaranya mengalami penurunan yang disebabkan oleh perambahan liar.
Jika tidak segera ditanggulangi, situasi ini dikhawatirkan akan berdampak pada kerusakan ekosistem pesisir, termasuk risiko bencana alam.
Pandji menegaskan bahwa keberadaan hutan mangrove sangat penting sebagai penunjang keberadaan ekosistem esensial yang memiliki fungsi penyedia sumber nutrisi dan penjaga bentang daerah pesisir.
"Ekosistem mangrove banyak memberikan fungsi ekologis dan menjadi salah satu produsen perikanan laut di suatu daerah,” pungkasnya.(Manda)
Advertisement



