Digelontor Dari APBN 2023, Pengerjaan Proyek Program PISEW Desa Cangkol Plupuh Sragen di Duga Adanya Penyimpangan

SRAGEN - Pelaksanaan fisik Rabat Beton pada Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Lemah (PISEW) yang pendanaannya melalui APBN 2023 untuk dua Desa di wilayah Kecamatan Plupuh Sragen yakni meliputi Dukuh Genengan Desa Cangkol sebagai desa inti dan Desa Plupuh sebagai Desa penyangga dan sesuai Juknis PISEW 2023 yang dilaksanakan secara swakelola diduga adanya penyimpangan dan tak sesuai speak.
Data yang dihimpun, terkait anggarannya sendiri digelontor sebesar Rp.500 juta dengan penerima beberapa titik. Namun patut diduga dalam pelaksanaannya berdasarkan beberapa sumber warga setempat mengatakan dalam pelaksanaan pekerjaan menyimpang dari ketentuan.
Proyek jalan Desa yang seharusnya untuk kepentingan masyarakat umum, seyogyanya jangan menjadi kekecewaan tersendiri buat masyarakat, khususnya yang terisolir semakin tahun bukannya menikmati jalan yang bagus, sebaliknya masyarakat selalu merasa terzalimi oleh permainan oknum-oknum pelaku proyek yang tak jelas serta memanfaatkan situasi demi meraup keuntungan pribadi maupun kelompoknya.
Perlu diketahui, informasi adanya dugaan penyimpangan tersebut mencuat usai pembangunan jalan cor beton yang menghubungkan dua desa sepanjang 862 meter, tetapi setelah dilakukan pengecekan kualitas maupun kuantitas hasil pekerjaan itu tidak sesuai dengan yang tertera pada Papan Nama Kegiatan, terpasang sejak bulan kemarin.
Pada dasarnya bunyi dalam Papan Nama Kegiatan itu sendiri menerangkan perihal volume pekerjaan 862 m tapi dalam Juknis Pisew disebutkan ketebalan beton adalah minimal 15 cm dengan mutu beton FC 14,5 mpa (setara dengan K175), namun setelah dilakukan pengukuran ketebalan sebelum di cor ternyata bervariasi antara 12 untuk yang tengah, ada yang 13 hingga 14 cm kemudian yang 15 cm hanya sebelah pinggir saja.
Advertisement
Ketua Lapaan RI BRM Kusumo Putro yang didampingi Wisnu selaku sekjennya mengatakan, kondisi demikian menurutnya adanya beberapa kejanggalan. Pihaknya pun dalam waktu dekat akan menguji laboratorium terkait mutu beton menggunakan hammer test dengan melibatkan akademisi agar hasil akurat.
Lanjut dia, sangat dimungkinkan terjadinya kerentanan anggaran dengan berbagai dugaan penyimpangan pekerjaan yang merugikan keuangan negara, serta masuk keranah hukum pidana korupsi. Kemudian proyek pembangunan rabat beton tersebut juga di duga dikerjakan asal-asalan tanpa melihat kwalitasnya, padahal jelas proyek tersebut menyerap anggaran negara. Disamping itu, dimana segmen pengecoran seharusnya memakai mixer dan bukan moleng biasa, walaupun sepintas pekerjaan baik tetapi dimungkinkan kepadatannya juga bisa tidak memenuhi standart.
""Untuk ketebalan saja tampak terlihat dikurangi, tinggal dikalikan saja jumlah panjangnya, dari situ sangat tidak sesuai volumenya, lantas dikemanakan.? Belum lagi kualitas beton juga patut dipertanyakan, mengingat pekerjaan dilakukan secara manual menggunakan molen,"" terangnya pekan lalu.
Kusumo dengan tegas juga mempertanyakan soal peran Ketua KKAD ( kelompok kerja antar desa ) dalam kinerjanya, termasuk pula tenaga pendamping pengawas kegiatan dari tingkat Propinsi. Disisi lain bagaimana soal kesepakatan keranah Camat selaku penanggung jawab kegiatan wilayah tersebut berdasarkan Juknis Pisew 2023.
Mengetahui Namanya Dicatut, Desri Nago: Saya Advokat, Bukan Beking BBM Ilegal
Wartawan Online yang Tewas dalam Hotel Diduga Korban Pembunuhan
Kapolri Imbau Pemudik Tak Paksakan Diri Jika Merasa Lelah.
Kapolri Prediksi Puncak Arus Balik Lebih Tinggi Dibanding Arus Mudik.
Kapolri Cek Langsung Pelayanan Arus Balik di Stasiun Tawang, Dorong Pemudik Gunakan Kereta..



