BP2 Tipikor LAI Laporkan Bupati Bogor Ke KPK, PT. Bermasalah Menang Tender 94 M, Kantornya Seperti Kost-kostan

Ket Foto: Kondisi Kantor PT. LAMBOK ULINA, Pemenang dan Pelaksana Pekerjaan Peningkatan Jalan Kandang Roda – Pakansari Rp. 94.639.254.000,92,- atau 96,72 % dari HPS.
Jakarta -- Dinilai banyak kejangalan hingga adaya dugaan persekongkolan yang terindikasi korupsi, Lembaga Aliasi Indonesia Badan Pemantau Dan Pencegahan Tindak Pidana Korupsi (LAI BP2 TIPIKOR), menyapaikan surat lapor No. 235/BP2 TIPIKOR-LAI/L/III-2022 ke KPK RI, Selasa, 8/03/2022 kemarin, terkait pekerjaan Peningkatan Jalan Kandang Roda – Pakansari, APBD Pemkab Bogor TA. 2021.
Saat dikonfirmasi, Ketua DPP BP2 TIPIKOR LAI, Agustinus P.G, membenarkan hal tersebut. “Ia, kami banyak melihat dugaan korupsi di Pemkab Bogor dan kini beberapa yang kami duga memenuhi unsur dan data-datanya sangat mendukung sudah kami laporkan ke KPK. Pekerjaan Peningkatan Jalan Kandang Roda – Pakansari yang dimenangkan oleh PT. LAMBOK ULINA dengan nilai Harga Penawaran Rp. 94.639.254.000,92,- atau 96,72 % dari HPS, penetapan hingga pelaksaanya sangat banyak kejangalan,” jelas Agus.
PT. LAMBOK ULINA, terang Agustinus, merupakan perusahaan yang pernah bermasalah. Direkturnya, JS, pernah buron dan divonis (tujuh) tahun penjara dengan denda Rp 400 juta, serta uang pengganti Rp 1 miliar lebih di pengadilan tipikor Jambi karena terlibat korupsi Pembangunan Gedung Auditorium Serbaguna UIN STS Jambi. “Penetapan PT. LAMBOK ULINA pemenang tender 94,6 miliar terkesan dipaksakan, sudah pernah bermasalah, hasil investigasi kami kondisi kantornya tidak lebih bagus dari kost-kostan,” jelasnya sambil menunjukan foto kantor PT. LAMBOK ULINA.
Agustinus menjelaskan, ditetapkannya PT. LAMBOK ULINA pelaksana Peningkatan Jalan Kandang Roda – Pakansari dengan nilai kontrak 94,6 Miliar beralamat di Jl. Mabes Hankam No. 2A Kel. Bambu Apus, Kec. Cipayung, Jakarta Timur diduga adanya persekongkolan dengan Panitia Lelang atau Pokja ULP, PPK Kadis PUPR, termaksud Bupati Bogor. “Seharusnya sebelum ditetapkannya PT. LAMBOK ULINA, Panitia Lelang atau Pokja ULP melakukan pemeriksaan dokumen, peralatan, data personil, hingga memastikan keberadaan atau kondisi kantor calon pemenang tender, termaksud riwayat perusahaan. Ini seolah dibiarkan, bahkan nilai penawarannya tinggi, diduga sudah diatur sebelumnya,” katanya.
Advertisement
Agustinus kembali menjelaskan, PT. LAMBOK ULINA diduga hanya miminjamkan perusahaan atau bendera saja dan mengalihkan keseluruh pekerjaannya kepada pihak lain. “Kami menduga ada aktor dibalik pelaksana Peningkatan Jalan Kandang Roda – Pakansari, PT. LAMBOK ULINA diduga hanya menerima fee perusahaan saja. Jangan sampai korupsi di Jambi terulang lagi. KPK harus segera periksa dan memanggil pihak yang diduga terlibat. Cek kebenaran dokumen perusahaannya, telusuri aliran dananya yang diduga adanya kuasa direksi pembuatan rekening bersama dari Direktur ke peminjam perusahaan atau pelaksana pekerjaan tersebut,” tegas Agustinus.
Pekerjaannya diduga tidak sesuai spesifikasi
Agustinus menduga, pekerjaan PT. Lambok Ulina pada peningkatan Jalan Kandang Roda-Pakansari di Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor yang dilaksanakan senilai Rp94,6 miliar diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis atau RAB. Pada pekerjaan pembuatan lantai kerja sebelum penempatan udit, diduga dikerjakan saat air masih menggenangi dan diduga tanpa dilakukan pemadatan sebelum pengecoran lantai kerjanya.
Tak hanya itu, volume pekerjaan khususnya pembesian dan cor beton juga diduga di mark up. “KPK harus menyesuaikan spesifikasi pembesian dan kualiatas beton sampai volumenya sesuai rincian anggaran biaya (RAB) yang terdapat pada lampiran kontrak. Sesuai dukungan beton, minta faktur pembelian PT. Lambok Ulina kepada perusahaan pensuplai beton termaksud volume dan kualitasnya,” tegas Agustinus. (red)
Beredar Video Syur Mirip Lisa Mariana dengan Seorang Pria. Siapa Priia Itu?
Seorang Wartawan Online Ditemukan Tewas di Hotel dengan Lebam di Tubuhnya
Tinjau Rest Area KM 456, Kapolri Instruksikan Jajaran Maksimal Beri Pelayanan dan Atur Lalin..
Kenapa Orang Cerdas Temannya Sedikit?
Cara Keji Oknum TNI AL Bunuh Jurnalis Juwita: Piting dan Cekik hingga Tewas



