Baru Bulan Kemarin di Resmikan, Proyek Pasar Nglangon Sragen Telan Anggaran Rp 33 Miliar Tuai Protes Warga. Penampakan Paving yang Mudah Rusak Jadi Sorotan

SRAGEN - Mencuat dipublik juga beberapa media, bahwasanya renovasi pasar nglangon di Kabupaten Sragen telah usai dibangun dan diresmikan oleh Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati bulan lalu. Dan saat ini, Pasar Terpadu Sukowati tersebut sudah mulai dioperasikan setelah proses renovasinya tuntas tinggal menunggu waktu untuk boyongan para pedagang ke Pasar Sukowati Sragen.
Data yang dihimpun, pembangunan pasar itu menelan anggaran hingga Rp33 miliar. Beragam cerita mengiringi progres renovasinya. Satu di antaranya soal target penyelesaian sempat molor Desember 2022 kemarin. Sehingga PT Darlin Ayudia, pelaksana proyek harus menambah 400 pekerja untuk menggelar percepatan penyelesaian.
Pasar ini dulunya tempat sarang prostitusi dan perjudian, dan area itu merupakan gabungan dari tiga pasar, yakni Nglangon, Joko Tingkir dan Pasar Renteng. Rencana Pemkab nantinya akan dijadikan sentra batik, pusat perniagaan batik bangunan menjadi tiga lantai, dan telah disiapkan Pemkab Sragen dana anggaran bersumber dari APBN sebesar Rp20 miliar, pada tahun 2023 ini.
Namun alhasil beberapa kendala mulai timbul sebelum dilakukan acara boyongan pedagang.
Gejolak yang pertama, sejumlah warga mengatasnamakan Forum Masyarakat Nglangon menggeruduk lokasi Pasar Sukowati Sragen, Minggu (5/3/2023) kemarin, dan meminta Pemkab agar mereka dilibatkan dalam pengelolaan pasar tradisional yang diresmikan Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati itu.
Advertisement
Aspirasi dituangkan dengan memasang spanduk digapura, menyebar sejumlah poster dan MMT permohonan pengelolaan jasa parkir, MCK beserta keamanan pasar. Mereka berharap keberadaan pasar tersebut juga memberi imbas positif bagi warga setempat.
Diungkapkan Sunarto salah satu perwakilan warga setempat, bahwa dulu waktu mau pembangunan pasar Nglangon tidak pernah adanya sosialisasi ke warga terkait.
"Sosialisasi belum pernah ada, dan terkait pengelolaan pasar kedepannya bagaimana kami juga tidak tahu. Jangankan pihak dinas, dari mulai pemborong atau siapapun tidak ada yang namanya kulo nuwun ke warga Nglangon," bebernya.
Celoteh yang lain, dikatakan para warga sebelumnya pihak Diskumindag pernah menawarkan agar 4 orang warga jadi outsourcing bagian pengamanan. Sedangkan MCK dan parkir dikelola oleh kelompok lain. Akan tetapi sampai saat ini belum ada titik kejelasan.
Sinergitas TNI-POLRI Wilayah Hukum Polsek Parungpanjang Giat Cooling Sistem Silahturahmi Sambang..
Diduga Oknum Wartawan Sunat Dana Kerjasama Publikasi Rekan Satu Profesi Protes Dan Akan Lapor..
3 Wisatawan di Pantai Parangtritis Terseret Arus
Kunjungan ke IKN Tembus 12.950 Wisatawan dalam Sehari
Masjid Istiqlal, Tempat Ray Sahetapy Mualaf dan Disalatkan



