Menko Polhukam: Jeratan judi online sudah masuk ke TNI Polri

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Hadi Tjahjanto merespons kasus polisi wanita (polwan) membakar suaminya sendiri yang juga seorang polisi di Mojokerto, Jawa Timur, karena diduga terlibat judi online.
Hadi mengatakan kasus tersebut menjadi bukti bahwa jeratan judi online sudah masuk ke dalam lingkungan TNI/Polri. Karenanya, Hadi menginstruksikan kepada jajaran di TNI/Polri agar menghindari jebakan judi online. Selain itu, dibutuhkan satuan tugas (satgas) untuk memberantas praktik judi online.
Advertisement
"Kami mengimbau kepada seluruh pimpinan kementerian/lembaga, termasuk TNI/Polri untuk memberikan perhatian khusus kepada seluruh jajarannya supaya tidak terjebak judi online," kata Hadi Tjahjanto, Jumat (14/6/2024).
Diungkapkan Hadi, masyarakat yang menjadi korban judi online sudah cukup banyak. Sekitar 80% merupakan masyarakat menengah ke bawah.
Hadi juga meminta publik membantu pemerintah dalam pemberantasan judi online, agar upaya yang dilakukan dapat berjalan lebih baik.
Diketahui, Satgas Pemberantasan Judi Online segera ditandatangani Presiden Joko Widodo.
Nantinya, satgas tersebut akan diketuai oleh Menko Polhukam Hadi Tjahjanto dan wakil ketua Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.
"Dalam waktu yang tidak terlalu lama, Satgas Pemberantasan Judi Online akan ditandatangani oleh presiden, karena saya sebagai menteri sudah paraf. Tadi sebelum ke sini saya sudah paraf. Ketuanya Pak Menko Polhukam, wakilnya Pak Menko PMK, saya ketua harian bidang pencegahan, Pak Kapolri ketua harian bidang penegakan hukum. Sebentar lagi, nanti akan diumumkan secara resmi. Saya sudah paraf, jadi prosedurnya tinggal Presiden, sudah selesai secara administratif," kata Menkominfo Budi Arie di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (13/6/2024).
Sebelumnya, Presiden Jokowi secara tegas mengingatkan masyarakat agar tidak berhubungan dan melakukan judi secara online maupun offline.
"Jangan judi. Jangan berjudi baik secara offline maupun online. Lebih baik kalau ada rezeki, ada uang itu ditabung atau dijadikan modal usaha," tegas Presiden melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (12/6/2024).
Jokowi menyoroti dampak negatif yang ditimbulkan akibat praktik judi, mulai dari kehilangan harta benda, perpecahan keluarga, hingga meningkatnya tindakan kejahatan, dan kekerasan yang terjadi di masyarakat.
Advertisement
"Sudah banyak terjadi, karena judi harta benda habis terjual, karena judi suami istri bercerai, karena judi melakukan kejahatan, melakukan kekerasan, bahkan tidak sedikit yang menimbulkan korban jiwa. Judi itu bukan hanya mempertaruhkan uang, bukan hanya sekadar gim atau iseng-iseng berhadiah, tetapi judi itu mempertaruhkan masa depan, baik masa depan diri sendiri masa depan keluarga dan masa depan anak-anak kita," tegas Jokowi.
Ia mengatakan bahwa judi online bersifat lintas negara, lintas otoritas, sehingga pertahanan yang paling penting dilakukan adalah pertahanan terhadap diri sendiri.
"Oleh karenanya, saya mengajak seluruh tokoh agama tokoh masyarakat, masyarakat luas untuk saling mengingatkan, saling mengawasi, dan juga melaporkan jika ada indikasi tindakan judi online," ungkap dia.
Viral, Kawasan IKN Diserang Tikus
Giat Patroli KRYD Polres Bogor Cegah Kejahatan Dan Ciptakan Kondisi Aman.
Bhabinkamtibmas Wilayah Hukum Poslek Parungpanjang Patroli Sambang Bersama Satpol PP Kecamatan..
Sinergitas TNI-POLRI Wilayah Hukum Parungpanjang Giat Cooling Sistem Silahturahmi Tokoh Agama..
Kebakaran Kandang Ayam di Magetan, 15.000 Ternak Mati Terbakar



