Sebanyak 150 Guru SD di Boyolali Kena Teguran, Dilaporkan Bupati Karena Acara Piknik Tanpa Ijin

Foto: Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali Darmanto. (Dok)
Senin, 06 Mar 2023  19:04

BOYOLALI - Meskipun mengaku telah menegur 150 guru dari 22 SD se Kecamatan Simo karena mengikuti kegiatan perpisahan pengawas sekolah yang dikemas dengan acara “piknik” ke Klaten tanpa izin, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali Darmanto tetap menyesalkan kejadian tersebut.

Sebab itu, Darmanto melaporkan peristiwa itu kepada Bupati Boyolali M. Said Hidayat. “Hari ini (Selasa 28/2/2023) saya laporan ke bupati. Substansinya benar ada kegiatan itu (piknik). Yang saya sayangkan tidak ada konsultasi ke saya. Pemberitahuan nggak ada, apalagi izin,” tegasnya usai menghadiri kegiatan PMI.

Darmanto mengaku telah menegur koordinator pendidikan usia dini dasar dan luar sekolah Kecamatan Simo, dua perwakilan kelompok kerja kepala sekolah, dan seluruh koordinator pendidikan usia dini serta dasar.

Mereka diingatkan tidak melakukan kegiatan pribadi saat jam dinas. “Tidak boleh terjadi lagi. Kegiatan boleh, acara boleh, tapi jangan pernah merugikan hak-hak anak. Kita semua dibayar oleh negara untuk anak-anak. Bukan anak-anak untuk kita. Jadi Senin pagi saya panggil, klarifikasi. Dan benar, lalu saya buat laporan tertulis, saya laporkan ke bupati,” beber kadisdibud Boyolali.

Berkaca dari kasus tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Boyolali Masruri menegaskan, seluruh aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Boyolali harus patuh jam kerja. Jangan menggunakan jam dinas untuk kegiatan pribadi. Kecuali mengikuti kegiatan study banding yang masih ada kaitannya dengan kedinasan. 

Advertisement

“Supaya tidak ada dampak pada masyarakat. Terutama untuk kemarin (kejadian di Simo), sudah kami adakan pembinan. Diceluk dikandani (dipanggil, dinasihati)” tegasnya.

Diketahui, karena ratusan guru SD di Kecamatan Simo mengikuti acara perpisahan pengawas sekolah di kawasan objek wisata Kali Pusur, Klaten, Sabtu (25/2/2023) lalu. Pembelajaran dialihkan daring dan siswa belajar di rumah. Masyarakat beranggapan bahwa sekolah diliburkan. (ras/prp) 

Berita Terkait