Penurunan Titik Panas Karhutla Capai 90% dalam Seminggu Terakhir

 
Sabtu, 28 Sep 2019  16:42

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyatakan jumlah titik panas terus mengalami tren penurunan hingga 90% dalam satu minggu terakhir.

Satelit Modis yang digunakan BMKG menunjukkan jumlah titik panas (hotspot) seluruh Indonesia mencapai 1.374 titik per 23 September 2019 .

"134 diantaranya berada di Riau, 324 titik di Jambi, Sumatera Selatan 337 titik, Kalimantan Barat 20 titik, Kalimantan Tengah 279 titik, dan Kalimantan Selatan 49 titik, serta Kalimantan Timur 11 titik," ujar Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Djati Witjaksono Hadi seperti dikutip dari keterangan pers, Sabtu (28/9/2019).

Adapun, berdasarkan pantauan per 25 September 2019, jumlah titik api di seluruh Indonesia mencapai 554 titik, dengan sebaran sebagai berikut: Riau 68 titik, Jambi 15 titik, Sumatera Selatan 13 titik, Kalimantan Barat 9 titik, Kalimantan Tengah 268 titik, Kalimantan Selatan 39 titik, Kalimantan Timur 60 titik.

Sementara itu, pada 26 September, satelit modis menangkap kenaikan jumlah titik api, yang mencapai 915 titik api seluruh Indonesia sekitar pukul 18.55 waktu pemantauan.

Advertisement

Titik api tersebut tersebar di Jambi 33 titik api, Sumatera Selatan 18 titik, Kalimantan Barat 59 titik, Kalimantan Tengah 674 titik, Kalimantan Selatan 28 titik, dan Kalimantan Timur 38 titik.

Penurunan kembali terjadi pada Jumat (27/9/2019), kemarin pukul 22.12 di mana satelit mencatat ada 223 titik panas di seluruh Indonesia dengan sebaran Riau 9 titik panas, Jambi 96 titik panas, 8 titik panas di sumatera Selatan, 1 titik panas di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah 1 titik panas, Kalimantan Selatan 1 titik panas, Kalimantan Timur 33 titik panas.

Untuk hari ini, Sabtu 28 September 2019 tren penurunan kembali terjadi, pada pagi hari sekitar pukul 06.02 WIB. Terdapat 136 titik panas di seluruh Indonesia. Khusus di wilayah rawan karhutla, di Riau terdapat 2 titik, Jambi 17 titik, Sumatera Selatan 3 titik, Kalimantan Barat tidak ditemukan titik panas, Kalimantan Tengah terdapat 4 titik, Kalimantan Selatan 1 titik, dan Kalimantan Timur terdapat 27 titik.

Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang dilakukan oleh BPPT sangat membatu upaya pemadaman di darat, sehingga dapat menurunkan jumlah titik panas.

Berita Terkait