Pemerataan Pendidikan, Semangat Di Balik Hari Pendidikan Nasional

 
Sabtu, 29 Apr 2017  20:17

Setiap tanggal 2 Mei yang bertepatan dengan hari lahir Ki Hadjar Dewantara, pendiri lembaga pendidikan Taman Siswa, diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

Tidaklah berlebihan jika Hardiknas ditetapkan berdasarkan hari lahir Ki Hadjar Dewantara, karena sepakterjangnya dalam sejarah pendidikan di tanah air sejak masa sebelum kemerdekaan sangatlah luarbiasa.

Selain mendirikan Taman Siswa ia dikenal karena berani menentang kebijakan pendidikan pemerintah Hindia Belanda pada masa itu, yang hanya memperbolehkan anak-anak kelahiran Belanda atau orang kaya yang bisa mengenyam bangku pendidikan dan kritiknya terhadap kebijakan pemerintah kolonial menyebabkan ia diasingkan ke Belanda.

Setelah Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945 pendidikan kemudian menjadi perhatian serius dan diwujudkan amanahya melalui dalam Pembukaan UUD 1945 alinea ke-4 yaitu “mencerdaskan kehidupan bangsa”.

Namun setelah 72 tahun merdeka, dunia pendidikan di Negara kita masih jauh dari harapan. Di antara sekian banyak problematika dunia pendidikan yang cukup menonjol dan harus mendapat perhatian serius adalah tentang pemerataan pendidikan. Di mana pendidikan masih menyisakan sangat banyak rakyat Indonesia yang belum dapat menikmati dan merasakan manfaatnya. Dan mayoritas adalah mereka anak-anak dari orangtua yang tergolong miskin atau anak-anak yang tinggal di daerah pelosok yang masih sulit dijangkau oleh dunia pendidikan yang memadai.

Advertisement

Upaya pemerataan tersebut bukan tidak ada sejak kemerdekaan hingga kini, namun terasa masih jauh dari memenuhi harapan. Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) sebagai lembaga yang memiliki konsern sangat tinggi terhadap pendidikan untuk menanamkan pondasi sebagai bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, melihat adanya suatu terobosan yang tertuang dalam Nawa Cita Presiden RI Ir. H. Joko Widodo, lebih tepatnya Cita ke-5 “Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan dengan program ‘Indonesia Pintar’”. Sehingga Cita ke-5 Presiden tersebut harus didorong dan didukung agar dapat segera terwujud dengan baik dan benar.

Tim Merah Putih Lembaga Aliansi Indonesia di bawah arahan Kasgab LAI, H. M. Gunther Gemparalam, SE, MA, sebagai tim yang mengimplementasikan program-program sosial kemasyarakatan LAI pun menetapkan program “Indonesia Pintar” itu sebagai program prioritas yang akan secara nyata didorong dan didukung oleh LAI.

Dengan dukungan penuh dari Ketua Umum LAI, H. Djoni Lubis, serta didukung oleh SDM-SDM yang sangat kompeten, di antaranya Eryani Pattinama dari Dewan Kelautan Indonesia – Kementerian KKP, Tim Merah Putih LAI sangat optimis program “Indonesia Pintar” yang merupakan bagian Nawa Cita Presiden Jokowi itu akan dirasakan manfaatnya secara nyata dan merata oleh anak-anak Indonesia, terutama anak-anak usia sekolah, dan akan menjadikan peringatan Hardiknas pada tanggal 2 Mei 2017 sebagai momen mewujudkan cita-cita yang pertama kali digaungkan oleh Ki Hadjar Dewantara tersebut.

Berita Terkait