Kejar Ketertinggalan SDM, Presiden Jokowi: Perlu Terobosan Besar di Bidang Pendidikan

 
Minggu, 18 Feb 2018  14:17

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, Indonesia harus mengejar dua hal, yaitu investasi di bidang infrastruktur dan investasi di bidang SDM. Karena di dua hal inilah, menurut Presiden, Bangsa Indonesia tertinggal dari negara-negara lain.

Menurut Presiden, stok infrastruktur Indonesia sangat rendah sekali, baru mencapai angka 38%.

Sementara di bidang pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), sebagaimana disampaikannya pada Sidang-sidang Kabinet, Presiden meminta para menteri untuk memikirkan terobosan yang signifikan.

“Terobosan-terobosan besar harus kita lakukan di bidang pengembangan sumber daya manusia, terutama di bidang pendidikan, lebih spesifik lagi, dalam pendidikan tinggi. Terobosan di bidang pendidikan harus lebih signifikan dibanding dengan terobosan di bidang infrastruktur,” tegas Presiden Jokowi saat membuka Konferensi Forum Rektor Indonesia (FRI) 2018, di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (15/2) sore.

Terobosan besar dalam pengembangan sumber daya manusia dan pendidikan tinggi, lanjut Presiden, harus dilakukan secara serius. Artinya, tegas Presiden, para rektor harus bekerja keras lagi.

Advertisement

“Kita mati-matian mengubah infrastruktur kita, begitu pun juga SDM kita, akan mati-matian kita mengubah konsep, cara, keputusan lapangan, semuanya akan kita ubah,” tegas Kepala Negara.

Meskipun sudah menyampaikan berkali-kali, Presiden menegaskan, dirinya tidak akan pernah bosan untuk mengulangi terus, bahwa dalam bekerja semua harus fokus dan punya prioritas yang akan dikerjakan. Tidak mungkin seperti yang terdahulu, disampaikan Presiden, di mana anggaran diecer-ecer di semua tempat.

“Sudah bertahun-tahun kita melakukan itu dan hasilnya enggak terasa, mengontrolnya secara manajemen juga sulit. Duitnya hilang, hasilnya enggak kelihatan sama sekali. Baunya saja kadang-kadang enggak kelihatan, apalagi fisiknya,” terang Presiden.

Untuk itulah, Presiden meminta para rektor anggota Forum Rektor Indonesia agar tidak terjebak pada rutinitas yang monoton.

Berita Terkait