Kapolda Jatim Mengajak Bhabinkamtibmas Polres Pasuruan Raya Menerapkan 3T

 
Senin, 27 Jul 2020  12:40

Pasuruan, Media AI - Bertempat di Gedung Graha Wilwatikta Desa Sumber Gedang, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Kamis Siang (23/7/2020), Kapolda Jatim Irjen Pol. H. Mohammad Fadil Imran, Sik MSI, mengadakan acara tatap muka dengan Bhabinkamtibmas di wilayah hukum Polres Pasuruan Raya.

Tampak hadir Jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim, Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan, S.I.K, S.H, M.H, Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arman, S.I.K, M.Si, Beserta Jajaran Hingga Kapolsek.

Dalam sambutan dan himbauannya, Kapolda Jatim berpesan kepada Kapolres, Kapolsek hingga Bhabinkamtibmas di wilayah hukum Polres Pasuruan Raya, agar sambang kepada masyarakat.
“Memberikan sentuhan, bukan hanya datang dan mencatat saja. Jangan sampai Kapolsek dan Bhabinkamtibmas yang langsung bersentuhan dengan masyarakat sampai tidak tahu kalau warganya terkena Covid-19," Jelas Kapolda.

“Jangan lupa untuk menerapkan 3T yaitu Testing, Tracing dan Treatment. Ketika ada warga yang mengalami gejala batuk, panas badannya segera berkoordinasi dengan RT/RW, Kepala Desa dan Dinas terkait agar bisa dilakukan Testing, setelah itu Di-tracking siapa saja yang melakukan kontak erat dengan yang bersangkutan. Jika hasil tesnya reaktif segera lakukan Treatment,” terang Kapolda Jatim.

Advertisement

Pada saat wawancara, Kabid Humas Polda Jatim mengatakan bahwa Kapolda akan langsung turun ke Polsek untuk mengecek fakta dan memberikan bantuan.

“Di antaranya terkait program yang memang telah dilakukan, baik itu Kampung Tangguh Semeru maupun yang lainnya, kemudian cara bertindak. Tadi disebutkan ada screening, analisis, respon dan assessment. Termasuk 3T, Testing, Tracing Dan Treatment,” ujar Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K.

Sementara itu Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan, S.I.K, S.H, M.H, mengatakan, “Selama dua pekan ke depan, dengan 3T kami akan bersinergi dengan rekan dokter, TNI dan Pemerintah Daerah agar bisa menekan angka yang positif dan menambah angka yang sembuh dengan pengobatan tradisional dan probiotik serta meminimalisir angka kematian.” (Haidir)

Berita Terkait