Cari Kepuasan Sex, Oknum Guru dan Kepala Sekolah di Wonogiri Geranyangi Alat Vital dan Tubuh Belasan Siswinya
WONOGIRI - Sangat miris, kelakuan oknum kepala sekolah (kasek) dan guru di salah satu seputar bidang pendidikan di madrasah daerah Baturetno Kabupaten Wonogiri ini tega dari mencabuli hingga memplekotho 12 siswinya yang masih kinyis-kinyis.
Beberapa murid yang seusia remaja ini dirundung duka, seharusnya masih menatap masa depan cerah kini lebur mengiringi dimana jejak terkait aibnya. Mungkin puas bagi sang guru karena bisa menjamah, tapi perih dan jeritan menimpa para sang siswi itu.
Usai melampiaskan dengan menggilir beberapa siswanya, akhirnya kini motif dari tindakan bejat para pendidik itu pun terbongkar polisi.
Dari hasil keterangan penyidikan, motif pelaku katanya hanya mencari kepuasan seksual saja, kedua tersangka mengaku tidak sampai menyetubuhi korban. Mereka melakukan tindakan bejat dengan meraba bagian vital belasan siswi.
Hasil pemeriksaan pun, terdapat 12 siswi yang menjadi korban cabul oknum kasek dan guru. Hasil penyidikan polisi, masing-masing tersangka melakukan pencabulan terhadap enam orang siswi.
Advertisement
"Motif keduanya melakukan hal itukarena mencari kepuasan seksual," ujar Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, pekan lalu.
Akan tetapi, meskipun hanya mencari kepuasan seksual saja dan kedua tersangka tidak sampai menyetubuhi korban. Mereka tetap dilakukan pemeriksaan kejiwaan.
“Dari hasil pemeriksaan kejiwaan, kedua tersangka dinyatakan sehat, sehingga layak mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. Perbuatan mereka juga tidak bersekongkol. Masing-masing melakukan pencabulan itu sendiri, tanpa ajakan. Tidak sampai satu korban dicabuli dua pelaku. Pencabulan (kepada korban) itu waktunya beda-beda semua, tidak bersamaan," tambahnya.
Berkaca dari kasus kejadian tersebut, usai berproses hukum hingga mencuat dipublik, pihak polisi juga mengimbau terhadap seluruh elemen masyarakat untuk selalu waspada terhadap kerawatan pencabulan yang bisa terjadi di mana saja. Semua pihak, mulai dari orang tua murid, guru, tenaga pendidikan, instansi terkait harus berkolaborasi menekan terjadinya kekerasan seksual di Kabupaten Wonogiri. (mer/dwi)